Featured Posts
print this page Print halaman ini
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Agustus 2010

Bulan Ramadhan dan Keistimewaanya


Alhamdulillah, bulan puasa sudah terlewat setengahnya, tinggal beberapa hari lagi kita sampai pada hari kemenangan yaitu Idul Fitri, hari yang di tunggu - tunggu umat muslim untuk merayakan hari kemangan setelah satu bulan puasa penuh.

Tak lepas kesenangan itu kita juga sedih meninggalkan bulan puasa, karena pada bulan inilah segala kemurahan dan limpahan rahmat Allah SWT di turunkan, berbeda dengan bulan - bulan lain, ramadhan adalah bulan yang paling mulia, salah satu hadits Rosul bahwa Rosulullah meminta Allah agar supaya semua bulan dijadikan seperti ramadhan. Maka dari itulah jangan kita menyianyiakan bulan yang penuh rahmat ini.

Pada bulan ramadhan juga ada malam seribu bulan yaitu malam nuzulul qur'an, malam pertama kali Al Qur'anul karim di turunkan, dalam suatu hadist barang siapa yang berdo'a pada malam nuzulul qur'an maka niscaya do'a orang tersebut akan di kabulkan oleh Allah SWT. Tapi malam ini tidak dijelaskan kapan pastinya dalam Al Qur'an ataupun Hadits, yang dijelaskan hanya beberapa misalnya diantara pada malam 17 sampai akhir bulan ramdhan, dan tanggalnya dalam bilangan ganjil.

Dihimbau pada seluruh umat muslim supaya benar-benar memanfaatkan bulan ramdhan dengan sebaik-baiknya, kami atas nama pengurus AL MUHIBBIN mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa semoga berkah ramadhan dapat menjadikan kita hamba Allah yang lebih baik. Amiin
read more...

Sabtu, 10 Juli 2010

Memuliakan Rosulullah


Sering kita mendengar orang mengatakan “Maulid Nabi”, tetapi apakah semua umat islam sudah mengerti makna tersebut. Maulid Nabi adalah hari kelahiran Rosulullah Muhammad SAW, yang lahir pada 12 Rabiul Awal 52 tahun sebelum hijriyah. Tepat pada 25 April 571 M. Sebagai umat islam kita sangat berbhagia ketika mendengar nama Rosuluullah yaitu sosok manusia yang sempurna di dunia. Banyak tauladan yang bisa di petik dari Rosulullah.

Sebagai umat islam kita harus memulyakan hari kelahiran Rosulullah,seperti sabdanya: “Barang siapa yang memuliakan hari kelahiranku, maka aku akan member syafa’at di hari kiamat kelak” juga ada barokah orang yang selalu membaca sholat. Imam Syafi’I juga mengatakan : “Barang siapa yang mengumpulkan saudara-saudaranya untuk memuliakan Rosulullah dan berbuat baik, maka Allah akan membangkitkan orang tersebut di hari kiyamat bersama shodiqin dan orang-orang yang syahid dan orang tersebut akan di masukkan Allah ke surge Na’im.”
Sebagai wujud memuliakan Rosulullah paling tidak kita setiap harinya harus mengucapan sholawat kepada Rosulullah SAW, juga bisa dilakukan dengan membaca riwayat atau sejarah Rosulullah juga sebagai umat muslim kita di wajibkan meneladani akhlak Rosulullah, karena beliau memang manusia yang paling mulia , sampai dianjurakan membaca sholawat saat nama beliau disebut.

Saat ini kaum muslim, khususnya para remaja sekarang belum ngerti gimana cara yang benar memuliakan Rosulullah, seperti sekarang banyak di adakan pengajian maulid yang dasar tujuan utamanya adalah memuliakan Rosulullah tapi malah disalahgunakan dengan niat-niat yang negative. Apakah kita tidak malu, secara sadar kita adalah umatnya Rosulullah yang akan di banggakan kelak di hari kiamat. Marilah kita mulai sedikit demi sedikit secara istiqomah mulai memuliakan Rosulullah dengan mengamalkan akhlak mulia beliau di kehidupan bermasyarakat, jika kehidupan ini semua orang mengamalkan akhlak Rosulullah pastilah tidak pergolakan dan masalah social dan masalah apapun di dunia ini.

Baiklah berdasarkan keterangan diatas, jika kita mengaku sebagai benar-benar umat islam marilah kita dapat memahami betapa besar hikmah jika kita memuliakan Rosulullah, sebagai sosok yang kita banggakan bagi Umat Islam. Tentu hikmahnya tidak hanya terasa di akhirat di duniapun hikmah karena memulikan Rosulullah sudah terasa. Asal kita benar-benar ingin memuliakan dan meneladani sifat-sifat beliau.

read more...

Jumat, 28 Mei 2010

Ajaran Ahlisunnah wal Jama'ah


Menurut bahasa (etimologi), Ahlisunnah Wal Jama’ah berasal dari kata:
1. Ahlusunnah berarti “ orang-orang yang menganut dan mengikuti sunnah”
2. Wal Jama’ah berarti “mayoritas ummat”

Rujukan utama yang mengtahui pengertian Ahlisunnah Wal Jama’ah
والذي نفس محمد بيده لتفترق امتي علي ثلاث وسبعين فرقة فواحد ة في الجنه و ثنتا ن وسبعون في النا رقيل : من هم يا رسول الله قا ل اهل السنة والجمعة (رواه الطبرا ن)
Artinya: demi Tuhan yang mrguasain jiwa muhammad, sungguh umatkhu nanti akan pecah menjadi 73 kelompok. Satu masuk surga dan 72 kelompok lainnya lagi masuk neraka. Sahabat bertanya kepada nabi. Siapa mereka itu yang masuk surga itu, wahai Rosulullah? Nabi Menjawab: Mereka itu adalah Ahlisunnah Wal Jama’ah.

Dengan demikian Ahlisunnah Wal Jama’ah mengandung arti “oarang-orang yang mgikuti sunnah Nabi SAW dan mayoritas sahabat, baik dalam syaria’at maupun aqidah.sedangkan menurt istilah (Terminologi) Ahlisunnah Wal Jama’ah diartikan sebagai kaum atau orang-orang yang menganut ajaran islam yang murni sebagaimana yang diajarkan dan diamalkan oleh Rosulullah SAW dan para sahabatnya.

Dengan kata lain Ahlisunnah Wal Jama’ah adalah “pengikut ajaran islam yang berlandasan pada:
1. Al Qur’anul Karim
2. Sunnah Rosul (perkataan, perbuatan dan taqrir)
3. Sunnah Kulafaurrasyidin : Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Ahlisunnah Wal Jama’ah sering juga disebut Kaum Asy’ariyah. Merujuk kepada Imam Abu Hasan Al Asu’ari (lahir Basrah 260 H dan wafat Basrah 324H) dan juga dikenal dengan golongan Al Maturidiyah merujuk kepada Abu Mansur Al Maturiddi (lahir Maturiddi, samarkand 268H dan wafat th. 303 H). Beliau adalah seorang ulama’ besar yang yang mempunyai I’tikad sama dengan yang diajarkan oleh Al-Asy’ari.

Di Indonesia khususnya Jepara Ahlisunnah Wal Jama’ah melalui Nahdlatul Ulama muncul sebagai gerakan pemurnian ajaran-ajaran islam, sebagai respon dan reaksi atas terjadinya penyimpangan-penyimpangan ajaran agama yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku atau mengatasnamakan diri sebagai gerakan pembaharu. Sebagai gerakan pemeliharaan, pemurnian ajaran Islam, kaum Ahlisunnah Wal Jama’ah khusunya jepara selau berpedoman pada prinsip At-Tawasuth (jalan tengah) yang meliputi sikap At-Tawazun (keseimbangan hukum, harmonisasi), Al-‘Itidal (tegak lurus, lepas dari penyimpangan ke kanan dan kiri), dan Al-Iqtishad (sederhana, menurt keperluan yang wajar dan tidak berlebihan).
read more...

Kamis, 27 Mei 2010

Asma'ul Husna dan Kandungannya


Ditinjau dari segi bahasa kata asma’ul husna terdiri dari asma’ kama’ dari ismun artinya nama-nama dan Al-Husna artinya yang terbaik atau yang agung, sehingga makna asmaul husna adalah nama-nama yang agung dan dapat sebaai pedoman setiap muslim yang beriman. Oleh sebab itu yang menetapkan asma’ul husna ini adalah Allah sendiri, maka barang siapayang memahami dan meneladani akan mendapatkan manfaat yang besar di dunia dan akhirat.

Agar asma’ul Husna bisa memberikan makna dalam kehidupan seorang muslim, maka menuntut adanya konsekuensi, baik berupa ibadah, perintah, dan larangan yang merupakan pertanda adanya sifat-sifat dan nama-namanya dalan penciptaan. Setiap sifat menuntut ditunaikannya ibadah tertentu baik dalam bentuk perintah maupun larangan.

Semua tuntutan dari asma’ul husna dapat dikerjakan dalam semua bentuk ibadah, baik ibadah fil qolbi maupun fil fi’li. Sebagi contoh pengetahuan seorang hamba, bahwa Allah adalah Maha Esa dan satu-satunya dzat yang dapat mendatangkan kemudzaratan dan manfaat, member rizki dan menyempitkan rizki, menghidupkan dan mematikan akan kelahiran penghambaan kepada Allah SWT. Yaitu tertanmnya bentuk kepasrahan kepada Allah di dalam setiap orang beriman.
Perlu diketahui bahwa sesungguhnya Allah SWT, mempunyai semua sifat yang agung dan sempurna. Misalnya, Dia memiliki sifat kehendak , maka kehendak yang dia miliki adalah kehendak yang paling sempurna, yakni adanya perwujudan dari semua yang dikehendaki.

Setiap muslim wajib percaya dengan segala sifat yang telah dinyatakan dalam asmaul husna. Dan seorang mu’min diharamkan menyandangkan sesuatu sifat pada dirinya apa-apa yang Allah tidak tetapkan. Apalagi sifat-sifat tersebut menunjuk Makna yang tidak jelas dan bisa merendahkan martabatnya.

read more...

Selasa, 18 Mei 2010

Remaja dan Sisi Negatifnya


Sebelum memasuki masa remaja , seorang anak harus melewati masa peralihan (9 – 13 tahun), pada masa ini dikenal dengan masa pubertas, dan pada msa ini seorang anak mempunyai dorongan kuat untuk mengaktualisasikan dirinya menurut jenis kelamin untuk mendaptkan identitas diri.
Dari sisi fisik masa remaja merupakan masa yang paling pertumbuhan bagi seseorang, mulai dari suara, pertumbuhan badan, produksi hormon seks, dll. Perubahn lain remaja yaitu mulai mengalami “nocturnal Emision” atau mimpi basah bagi laki-laki dan mulai haid bagi perempuan.
Di masa remaja banyak nilai-nilai negatif yang dilakukan para remaja, menurut Ronggowarsito: “Di tengah zaman edan, yang beruntung adalah yang selalu ingat dan waspada”. Artinya bahwa masih ada kelanjutan kehidypan setelah mati, dan waspadalah terhadap godaan, karena itu setiap remaja harus mewaspadai perilaku negative berikut:
• Suka keluyuran
• Bermalas –malasan
• Bersendau gurau berlebihan
• Hura – hura
• Ragu-ragu dan bimbang dalam menjalani kehidupan
• Kurang percaya diri dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki
• Mementingkan bermain daripada belajar
Dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat, seorrang remaja harus memiliki pegangan yang kokoh. Diantaranya senantiasa mengontrol diri supaya tidak terlarut pada kesenangan yang ada, bertanggung jawab atas amanta yang telah di emban, mencari teman yang baik, sehingga bisa menjadi motivasi bagi teman.
Secara factual harus diakui bahwa dalam kehidupan remaja perlu mendapatkan perhatian khusus, disamping ketentuan umum tentang hubungan bermasyarakat. Aspek khusus tersubut yakni:
1. Mengucapkan salam dan menjawab salam
Isalam sangat mnganjurkan kepada sesama muslim untuk saling bertukar salam apabila bertemu atau bertamu. Supaya rasa kasih saying sesame umat dapat senatiasa terjaga. Mengucapkan slam hukumnya sunnah, tapi menjawab salam hukumnya wajib.
2. Berjabat tangan
Rosulullah menganjurkan mebgucapkan salam disertai dengan berjabat tangan. Anjuran berjabat tangan tidak dianjurkan bagi pria dan wanita kecuali suami istri atau muhrimnya.
3. Khalwah
Yaitu berduaan antara wanita dan pria yang tidak pun ya hubungan suami istri dan tidak pula mahramnya. Rosulullah melarang pria dan wanita berduaan, baik sitempat umum, apalagi sepi, karena yang ketiga adalah syaiton.
4. mencari teman yang baik
setiap orang dianjurkan bergaul gengan orang sholeh, karena sesungguhnya orang-orang yang lurus dalam tutur kata dan perbuatan mereka, serta menjalani kehidupan sejalan dengan kehendak illahi memiliki daya tarik. Maka barang siapa yang mempunyai fitrah bersih akan cenderung memilih untuk bergaul dengan orang yang baik.
read more...

Kamis, 18 Maret 2010

Kontribusi Umat Islam dalam Dunia IT


Tidak dapat dipungkiri perkembangan teknologi sangat cepat dan mempunyai persaingan yang ketat. Sama halnya dalam dunia internet, kita umat Islam masih sangat terbelakang dan kelihatan hanya seperti penikmat teknologi informasi hasil karya orang-orang yang rata-rata non-muslim. Lalu apa kontribusi kita umat Islam dalam perkembangan IT ? Website-website apa saja yang mempunyai kontribusi dan perhatian dalam perkembangan IT?

Seminggu yang lalu saya mengikuti sebuah kajian atau anda bias bilang itu seminar, yang membahas tentang kontribusi umat Islam dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi. Menghadirkan sang pembicara ust. Khairul Anwar dan satulagi salah seorang tenaga ahli IT dari situs eramuslim.com, dan ada satu tamu tak diundang dari detik.com.

Panjang lebar sang pembicara membeberkan keterbelakangan umat Islam dalam hal dunia IT, pemain-pemain besar seperti google, yahoo, facebook, twitter, youtube dll. Semuanya dikuasai oleh orang-orang yang justru bukan dari Islam.

So what does it all means?
Pesan akhir video singkat yang ditayangkan oleh pembicara mengutip sebuah kalimat tanya yang berbunyi ‘So what does it all means?’ Kemanakah anda? Kemanakah kita? Yang tenggelam dalam facebook, yang tenggelam dalam yahoo messengernya. Apa kontribusi kita?

Di bawah ini beberapa kontribusi hasil kerja keras saudara kita dalam menyikapi perkembangan dunia IT.

Eramuslim.com, situs berita yang mempunyai jargon media Islam rujukan ini memang telah berhasil membuat jargonnya itu menjadi nyata bagi pencari berita umat Islam di Indonesia. Mirza Nasution adalah pendirinya.

MyQuran.com, merupakan forum muslim terbesar di Indonesia, kalau kaskus itu forum umum terbesar, Myquran.com forum muslim terbesar!

Sabili.co.id, siapa yang tidak kenal majalah sabili? Majalah yang mengupas secara dalam fakta-fakta dibalik peristiwa yang menimpa kaum muslimin. Majalah sabili sangat terpercaya menurut saya dalam hal mengupas secara dalam peristiwa dan fenomena sesungguhnya yang terjadi dalam umat Islam.

Alhikmah-online.com, Website yang satu ini lebih meninjau dan membahas Fiqih islam. Lewat website Masjid Alhikmah ini kita dapat berkonsultasi tentang masalah fiqih Islam kepada Ulama-ulama dan Ustadz-ustadz yang kompeten dan tidak diragukan lagi kefasihannya dalam bidang fiqih Islam.

Arenamuslim.com, sebuah situs berita umat Islam yang didirikan oleh para remaja muslim yang telah sadar bahwa kita pun umat Islam harus menguasai media. Dalam hal ini media internet.

Lalu apa kontribusi anda? Apa yang sudah anda buat? Jika anda hanya seorang pembaca, apa yang telah anda baca? Masih asingkah nama-nama website diatas bagi telinga anda?

read more...

Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi saw. adl kelahiran nabi Muhammad Rasulullah saw. Beliau saw. dilahirkan di tengah keluarga bani Hasyim di Makkah. Mengenai tanggal kelahirannya para ahli tarikh berbeda pendapat dalam masalah ini dan tidak ada dari mereka yg mengetahui secara pasti namun menurut buku “Sirah Nabawiyah” karya Shafiyurrahman Mubarakfury -Juara I lomba penulisan sejarah Nabi yg diadakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islamy- Nabi Muhammad saw. dilahirkan pada hari senin pagi tanggal 9 Rabi’ul Awal permulaan tahun dari peristiwa gajah.

Bertepatan dgn itu terjadi beberapa bukti pendukung kerasulan di antaranya adalah runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra padamnya api yg biasa disembah oleh orang-orang Majusi dan runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah. Hal ini diriwayatkan oleh Baihaqi. Selain itu Ibnu Sa’d meriwayatkan bahwa Ibu Rasulullah saw. berkata “Setelah bayiku keluar aku melihat ada cahaya yg keluar dari kemaluanku menyinari istana-istana di syam.” Setelah Aminah melahirkan dia mengirim utusan kepada kakeknya Abdul Muththalib utk menyampaikan berita gembira tentang kelahiran cucunya.

Maka Abdul Muththalib datang dgn perasaan suka cita lalu membawa beliau ke dalam ka’bah seraya berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad utk beliau sebuah nama yg belum pernah dikenal di kalangan Arab. Kemudian beliau dikhitan pada hari ke tujuh seperti yg biasa dilakukan oleh orang-orang Arab.

Itulah sekelumit sejarah tentang kelahiran Nabi saw. yg kemudian momen penting tersebut diperingati oleh kebanyakan kaum muslimin sejak berlalunya tiga generasi yaitu generasi sahabat tabi’in dan tabi’ tabi’in.

Rasulullah saw. bersabda “Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba maka katakanlah ‘Abdullah wa rasuluhu ’.” .

Dalam hadis yg lain Rasulullah saw. bersabda “Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan krn sesungguhnya sikap berlebihan itulah yg telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.” Dan dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda “Binasalah orang yg berlebih-lebihan dalam tindakannya.” .

Hadis di atas menerangkan larangan Rasulullah saw. kepada umatnya utk memujinya secara berlebih-lebihan. “Janganlah kamu sekalian memujiku dgn berlebih-lebihan.” Artinya adl janganlah kamu sekalian memujiku dgn cara yg bathil dan janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku. Makna kata ithra’ dalam hadis tersebut adl melampaui batas dalam memuji.

Kenyataannya kebanyakan manusia sangat berlebih-lebihan dalam memuji dan mengagungkan orang yg menjadi panutan dan junjungannya sehingga mereka meyakini bahwa junjungan mereka itu mampu melakukan sesuatu yg seharusnya hanya hak Allah. Jadi mereka menganggap junjungan mereka itu memiliki sifat ilahiyah dan rububiyah yg sebenarnya hanya milik Allah. Hal itu krn perilaku mereka yg berlebih-lebihan dalam memuji dan menyanjung panutan mereka.

Walaupun Rasulullah saw. sudah melarangnya tapi kenyataan ini masih terjadi di kalangan sebagian orang yg mengaku sebagai umatnya. Kita dapati di sebagian syair yg di anggap sebagai salah satu shalawat yg berbunyi “Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman ‘ala sayidina Muhammadin alladzi tanhalu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawaiju..” yg artinya “Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam yg sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. yg karenaya ikatan belenggu terurai dan karenanya malapetaka sirna dan karenanya kebutuhan-kebutuhan terpenuhi….” Bukankah itu adl pujian yg berlebihan krn menyanjung Rasulullah saw. dgn hal-hal yg sebenarnya hanya kekuasaan Allah saja.

Itu adl satu contoh tentang keadaan sebagian umat yg melampaui batas dalam memuji Nabinya.

Setelah itu ada masalah yg tersisa yaitu bagaimana dgn acara-acara perayaan dan beberapa perilaku yg dilakukan oleh kebanyakan orang utk memperingati kelahiran Nabi saw. Apakah hal tersebut termasuk perilaku yg berlebih-lebihan dan melampaui batas? Atau merupakan sesuatu hal yg baru yg diada-adakan oleh umat ini? Tentang hal itu marilah kita ikuti komentar Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ketika beliau ditanya mengenai hukum merayakan maulid Nabi saw.

Beliau berkata “Pertama malam kelahiran Nabi saw. tidak diketahui secara pasti tetapi sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa hal itu terjadi pada malam kesembilan Rabi’ul awal bukan pada malam kedua belas. Tetapi justru saat ini perayaan maulid dilaksanakan pada malam kedua belas yg tidak ada dasarnya dalam tinjauan sejarah.

Kedua dipandang dari sisi akidah juga tidak ada dasarnya. Kalaulah itu syariat dari Allah tentulah dilaksanakan oleh Nabi saw. atau disampaikan pada umat beliau. Dan kalaulah Rasulullah saw. mengerjakannya atau menyampaikan kepada umatnya mestinya amalan itu terjaga krn Allah berfirman “Sesungguhnya Kami-lah yg menurunkan Alquran dan sesunggunya Kami benar-benar akan menjaganya.” .

Ketika ternyata hal itu tidak didapati maka bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk ajaran Islam. Dan jika bukan dari ajaran agama Allah maka kita tidak boleh menjadikannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan tidak boleh menjadikannya sebagai amalan taqarrub kepada-Nya.

Allah telah menetapkan suatu jalan yg sudah ditentukan utk bisa sampai kepada-Nya –itulah yg datang kepada Rasulullah saw.- maka bagaimana mungkin kita diperbolehkan membuat jalan sendiri yg akan menghantarkan kepada-Nya padahal kita adl seorang hamba. Ini berarti mengambil hak Allah yaitu membuat syariat yg bukan dari-Nya dan kita masukkan ke dalam ajaran Allah. Ini juga merupakan pendustaan terhadap firman Allah “Pada hari ini telah kusempurnakan utk kamu agamamu dan telah kecukupkan ni’mat-Ku kepadamu….” .

Maka kami katakan bila perayaan ini termasuk bagian dari kesempurnaan dien tentunya sudah ada sebelum Rasulullah saw. wafat. Bila tidak ada berarti hal itu tidak mungkin menjadi bagian dari kesempurnaan dien krn Allah berfirman “Pada hari ini telah Kusempurnakan utk kamu agamamu dan telah kecukupkan ni’mat-Ku kepadamu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” .

Barang siapa yg menyatakan bahwa perayaan maulid adl termasuk ajaran agama maka ia telah membuat hal yg baru sepeninggal Rasulullah saw.

ucapannya mengandung kedustaan terhadap ayat yg mulia tersebut.

Tidak diragukan lagi bahwa orang yg merayakan maulid Nabi ingin mengagungkan beliau ingin menampakkan kecintaan dan besarnya harapan utk mendapatkan kasih sayang beliau dari perayaan yg diadakan dan dan ingin menghidupkan semangat kecintaan kepada Nabi saw. Sebenarnya semua ini adl termasuk ibadah. Mencintai Rasul adl ibadah bahkan iman seseorang tidak sempurnya sehingga ia lbh mencintai Rasul dari pada dirinya anaknya orang tuanya dan semua manusia. Mengagungkan Rasulullah saw. juga termasuk ibadah. Haus akan kasih sayang Rasulullah saw. juga merupakan bagian dari dien. Oleh krn itu seseorang menjadi cenderung kepada syariat beliau.

Jika demikian tujuan merayakan maulid nabi adl utk bertaqarrub kepada Allah dan pengagungan terhadap Rasul-Nya. Ini adl ibadah. Bila ini ibadah maka tidak boleh membuat hal yg baru –yang bukan dari Allah- dan dimasukkan ke dalam agama-Nya selama-lamanya. Maka dari itu jelaslah bahwa perayaan maulid Nabi saw. adl sesuatu yg diada-adakan dan haram hukumnya.

Selain itu kita juga mendengar bahwa dalam perayaan ini terdapat kemungkaran-kemungkaran besar yg tidak diterima oleh syar’i perasaan ataupun akal. Mereka melantunkan nyanyian-nyanyian utk maksud-maksud tertentu yg sangat berlebihan tentang Rasulullah saw. Sehingga mereka menjadikan Rasulullah saw. lbh agung dari pada Allah. –kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut-. Kita juga mendengar bahwa sebagian orang krn kebodohan mereka merayakan maulid Nabi apabila salah seorang membacakan kisah tentang kelahiran Nabi saw. dan jika sudah sampai pada lafadz “Nabi dilahirkan” mereka berdiri dgn serempak. Mereka berkata “Rasulullah saw. telah datang maka kami pun berdiri utk mengagungkannya.” Ini adl kebodohan. Dan ini bukanlah adab krn beliau membenci bila disambut dgn berdiri. Para sahabat adl orang yg paling mencintai dan mengagungkan beliau tetapi mereka tidak berdiri bila menyambut beliau krn mereka tahu bahwa beliau membenci hal itu. Saat beliau masih hidup saja tidak boleh apalagi setelah beliau tidak ada.

Dalam bidah ini –bidah maulid Nabi yg terjadi setelah berlalunya tiga generasi mulia yaitu para sahabat tabi’in dan tabi’ tabi’in- terdapat pula kemungkaran yg dilakukan oleh orang-orang yg merayakannya yg bukan dari pokok ajaran dien. Terlebih lagi terjadinya ikhtilath {campur baur} antara laki-laki dan perempuan. Dan masih banyak kemungkaran-kemungkaran yg lain. {Majmu’ Fatawa Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin}.

Kiranya apa yg dikatakan oleh Syaikh Utsaimin di atas cukup menjelaskan kepada kita tentang hukum merayakan maulid Nabi saw.

Meskipun mengetahui sejarah dan mengenal Nabi saw. adl wajib bagi kita bangga –karena beliau adl rahmat bagi seluruh alam- dan selalu mengenang beliau adl tugas kita namun tidak berarti kemudian kita diperbolehkan utk memuji dan menyanjungnya secara berlebih-lebihan dan tidak berarti kita boleh mengenangnya dgn melakukan perilaku dan amalan yg justru hal itu tidak pernah dilakukannya dan tidak dianjurkan olehnya.

Seperti yg dilakukan oleh orang-orang sekarang mereka merayakan maulid Nabi yg mereka sebut dgn peringatan maulid Nabi dgn melakukan berbagai amalan dan perbuatan yg justru hal itu bernilai berlebih-lebihan dalam memuji Nabi atau bahkan merupakan hal baru yg mereka ada-adakan.

Lebih dari itu sebagian perilaku mereka itu ada yg termasuk dalam kategori kesyirikan yaitu apabila mereka memuji Rasulullah saw. dgn sanjungan-sanjungan dan pujian-pujian yg berisi bahwa Rasulullah saw.

mampu melakukan hal-hal yg seharusnya hanya hak dan kekuasaan Allah.

Walaupun tujuan merayakannya adl ibadah namun krn tidak ada tuntunannya maka perbuatan itu sia-sia belaka dan justru berubah menjadi dosa dan pelanggaran. Karena ibadah itu harus dibangun dgn dalil yg menunjukkannya.

Mengapa memperingati dan mengenang Nabi saw. harus dilakukan sekali dalam setahun padahal sebagai muslim harus selalu mengenang Nabi dan meneladaninya dalam segala aspek kehidupannya. Bahkan minimal seorang muslim harus menyebut nama Nabi Muhammad saw. lima kali dalam sehari semalam yaitu pada syahadat dalam salat wajib.

Mengagungkan dan mencintai Nabi adl sesuatu yg terpuji dan dianjurkan dalam Islam tapi dalam pelaksanaannya harus sesuai dgn apa yg diajarkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw. melarang umatnya melakukan sesuatu yg tidak pernah dicontohkan olehnya dalam segala hal.

Bagaiamana mungkin orang yg mengaku mencintai dan menyanjung Rasulullah saw. akan tetapi justru melakukan sesuatu yg sangat dibenci olehnya.

read more...

Senin, 08 Maret 2010

AKHIR HAYAT SESEORANG YANG SELALU MENGISTIQOMAHKAN MEMBACA SHOLAWAT


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang laki-laki yang kaya raya orang tersebut juga dikenal sebagai orang yang mempunyai perilaku buruk atas kekayaanya. Namun disisi lain dia mempunyai perilaku yang baik atu kegemaran yang mulia, yaitu selalu mengistikomahkan membaca sholawat kepad Nabi Muhammad SAW. Dia bahkan tidak pernah lupa atau menguranginya, dengan kata lain dia selalu rutin atau istiqomah dalam membaca shalawat.

Ketika dia berada diujung usia,wajhnya berubah menjadi sempit dan berwarna sangat hitam, sehingga orang-orang yang melihatnya merasa ketakutan.pada saat orang tersebut sekaratul maut diapun berteriak : ” Wahai Abdul Qasim (salah satu nama pangilan nabi Muhammad SAW) aku sungguh mencintaimu dan akupun memperbanyak membaca sholawat keadamu” selum selesai dia mengucapkannya dating seekor burung yang secara tiba-tiba datang dari langit’ lalu burung itu mengibaskan sayapnya kepada wajah laki-laki tersebut, sehingga secara ajaib wajahnya berubah menjadi putih bersih dan tubuhnya serasa mengeluarkan bau yang semerbak seperti minyak misik. Akhirnya laki-laki tersebu meninggal dunia dalam keadaan muslim ( Memeuk agama islam).

Kemidian, belum selesai kejadian anehnya, pada saat laki-laki tersebut tiba di pemakaman dan akan dimasukkan dalam kubur, tiba-tiba terdengar suara dari langit : “sesungguhnya didlam kubur ini hanya ada lembaran kain kafan dari hamba ini(laki-laki tadi). Dan susungguhnya sholawat Nabi yang biasa ia baca telah mengambilnya dan membawanya ke dalam surga” mendengar suar itu orang – orang yang hadir dalam acara pemakaman itu merasa takjub.

Kemidian, pada suatu malam ada seseoran yang bermimpi melihat laki-laki tersebut berjalan melayang diantara langit dan bumi sambil membaca ayat Al Qur’an:

ان الله وملئكة يصلون على النى يا ايهاالذين امنو صلوا عليه وسلمواتسليما

Itulah kisah nyata yang sangat menakjubkan dari seseorang yang berkelakuan buruk, tetapi orang tersebut mempunyai kebiasaan yang mulia yaitu salalu membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, hingga pada akhir hayatnya dia mendapatkan nikmat yang abadi. Sebagai hamba yang beriman hendaknya kita dapat mengambil pelajaran dari kisah hamba Allah SWT yang satu ini.

(Dari Kitab “Durrotun Nasikhin”)

read more...